Sabtu, 30 Januari 2016

Melihat Keajaiban

Melihat Keajaiban

Banyak orang yang dalam kehidupannya mengharapkan keajaiban. Terutama disaat menghadapi kesulitan atau ingin mendapatkan sesuatu yang sangat langka dan juga berharga.

Seorang pelajar SMA yang tidak terlalu pintar di kelasnya, sering berharap agar ia bisa lulus di pelajaran matematika dan fisika yang dia rasa paling sulit. Kadang timbul keinginan lebih hebat lagi, ia berharap bisa lulus matematika dan fisika dengan nilai tertinggi. Jika harapannya terkabul maka ia merasa menemukan atau melihat sebuah keajaiban dalam sejarah hidupnya.

Atau Amir seorang pria dengan modal pas-pasan yang jatuh cinta kepada Yulia, seorang gadis sangat cantik di kelasnya, Sementara di sekolah itu banyak sekali pria lain yang sebaya dan jauh lebih ganteng, lebih pintar, dan lebih hebat dibandingkan dengan diri Amir. Jika Amir berhasil mendapatkan Yulia, boleh jadi ini dirasa sebagai salah satu keajaiban yang terlihat dalam kehidupan Amir.

Berapa lama nilai keajaiban bisa bertahan dalam jiwa seseorang juga relatif sifatnya. Nilai keajaiban itu bisa bertahan lama jika dimasa depan hal yang pernah terjadi masih selalu diluar kemampuan normal.

Misalnya seseorang yang selamat ketika jatuh ke jurang sedalam 100 meter hanya dengan luka lecet tanpa patah tulang atau cidera berat lainnya. Ia tidak ingin mengulangi peristiwa yang sama, karena takut keajaiban pertama tidak terulang lagi.Keajaiban itu akan bertahan seumur hidupnya.

Sebaliknya pelajar SMA di atas yang biasa saja, namun mampu menemukan cara belajar yang tepat diakhir masa SMA, Sehingga mampu lulus SMA dengan nilai matematika dan fisika yang terbaik. Cara belajar ini terus dipertahankan juga waktu kuliah, sehingga ia berhasil lulus sebagai sarjana dengan Cum Laude atau penuh pujian. Saat dia memperoleh sarjana, ia akan tersenyum mengenang bagaimana soal fisika dan matematika yang dulu ia takuti kini menjadi hal yang paling dia minati. Keajaiban memperoleh nilai fisika dan matematika di SMA akan turun nilainya menjadi suatu proses belajar biasa.

Begitu juga dengan sisi lain kehidupan kita. Mungkin banyak keajaiban yang terjadi. Tuhan memberikan kita kemudahan dan jalan keluar dari setiap masalah yang ada. Setiap masalah selesai dengan sebuah keajaiban. Kemudahan dan karunia Tuhan tidak hanya sekali. Setiap kita berusaha dan berdoa, Allah berikan keajaiban baru, terus berulang sepanjang hidup kita. Tanpa pertolongan Tuhan kita tidak jadi apa-apa yang berarti seperti sekarang.

Sayangnya pengulangan karunia dan keajaiban dalam hidup membuat kita kadang tidak mampu lagi melihatnya sebagai sesuatu yang istimewa. Kita menganggap apa yang terjadi adalah hal yang biasa saja dalam kehidupan sehari-hari. Tak mampu lagi melihat bahwa jantung kita tetap berdetak adalah keajaiban yang istimewa. Mata, tangan, kaki, senyuman, kuku yang terus tumbuh walaupun kita semakin tua adalah bagian keajaiban dalam kehidupan kita. Dan kita anggap itu hal yang biasa.

Rutinitas tanpa jeda mungkin telah membuat kita tumpul dalam melihat keajaiban alam semesta.
Mungkin kita perlu jeda dan penyegaran kembali untuk melihat semua karunia yang kita terima. Tuhan mengingatkan kita untuk jeda dari rutinitas duniawi dengan panggilan yang indah, dalam panggilan Adzan yang menggetarkan, Didalamnya terdapat kalimat

Hayya' Alash Shalaah  - Marilah sholat,
Hayya' Alal Falaah      - Marilah menuju kemenangan,

Sungguh Allah maha baik kepada kita, semoga kita mampu menunaikan panggilanNya, agar juga tetap mampu melihat keajaiban dalam karuniaNya

Jkt, 30 012016, Humusta




Tidak ada komentar:

Posting Komentar