Sangat sering kita mengatakan ingin menjadi lebih baik. Kita bersemangat meneriakkan yel-yel bahwa hari ini kita akan lebih baik dari hari kemarin. Sayangnya beberapa saat setelah momen penuh semangat itu kita bisa menjadi seperti orang yang lupa. Apanya ya yang harus lebih baik ? Bagaimana memulai untuk menjadi lebih baik ? bagaimana saya bisa mengerti bahwa saat ini sudah lebih baik dari waktu sebelumnya ?
Jika kita tidak bisa menjawab pertanyaan di atas, bisa jadi kita akan tersesat. Kita terjebak oleh yel-yel semangat tetapi tidak tahu bagaimana mewujudkannya. Karena itu selain membuat yel-yel ataupun slogan penambah semangat, kita harus membuat rencana atau tujuan yang terukur. Sehingga nanti kita juga bisa dengan jelas melihat apakah kita maju atau mundur. Apakah kita sudah lebih baik dari kemarin atau mungkin malah mengalami kemunduran ?
Seringkali kita membutuhkan seorang konsultan atau mentor untuk membuat sebuah rencana yang baik dan terukur, ada proses pengawasan atau monitoring, ada proses koreksi jika langkah yang dijalankan ternyata tidak memberikan perubahan seperti yang diinginkan.
Jika anda malu atau tidak mau keluar biaya untuk konsultan, maka salah satu caranya adalah anda buat program kerja yang tertulis sejelas mungkin . Jelaskan apa yang ingin anda capai dengan menjawab pertanyaan yang dikenal sebagai metode analisis (5W+1H) yang ditemukan oleh Rudyard Kipling berupa enam pertanyaan dalam contoh sebagai berikut :
What? —> Saya ingin menjadi seorang penulis
Who? —> saya sebagai murid, pengarang lain sebagai gurunya
Where? —> Saya akan lakukan di rumah sendiri
When? —> Mulai dari hari ini
Why? —> Untuk mewariskan tulisan kepada anak cucu dan juga sebagai sumber income
How? —> Tahapan yang harus saya lakukan adalah sbb:
1. Bergabung dengan grup belajar menulis
2.Menyediakan waktu 30 menit sehari untuk berlatih menulis
3.Latihan menulis sesuai tema yang diberikan oleh mentor menulis
4. Membeli dan membaca buku tentang pelajaran menulis
5. Belajar mempublikasikan tulisan dengan posting di grup
6. Mengukur mutu tulisan dengan jumlah kata / baris / paragraf/ halaman
7. Mengukur mutu tulisan dengan melihat pengaruh terhadap pembacanya
8. Berbesar hati ketika menerima kritik atas tulisan yang saya posting
9. Tetap menulis setiap hari walaupun sedang tidak bersemangat
Proses membuat rencana tertulis seprti di atas tidak cukup hanya sekali seumur hidup. Kita akan kembali menelaah apakah yang kita rumuskan dahulu sudah tepat atau masih bisa diperbaiki menjadi lebih tajam dan lebih baik.
Saran saya, cobalah anda buat 5W+1H untuk tujuan hidup kita sendiri. Seringkali saya menemukan orang yang tidak tahu arah di sisa umurnya. Semoga tulisan ini ada manfaatnya.
Jkt, 26 01 2016 Humusta
26/01/2016, 06:30 - Ratna Airis: Wa'alaikumsalam om beben... amiin ya rabb... doa yg sama buat om beben...
26/01/2016, 06:31 - Ratna Airis: Jd ngerasa di sentil neh sama om beben... 😀
26/01/2016, 06:31 - Ratna Airis: Afwan ya om beben blm posting" PR nya
26/01/2016, 06:32 - benny humusta: Bukan di sentil Ratna 😄😄😄 ini tanda di sayang hehehe ☕☕🍪🍉🍉⭐⭐🍒🍒🍧🍧🍰🍰💧💧💧🍰
26/01/2016, 06:33 - Ratna Airis: Ya sentil sayang sama om beben... hehehe...nuhun ya om beben ga bosen ngingetin
26/01/2016, 06:36 - benny humusta: Nie 👍👍👍👍👍👍
Tersanjungnya kali ini agak romantis walaupun akhirnya tetap teguh .. ⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍰🍰🍰🍧🍧💧💧💧👍👍🍉🍉🍏🍏🍇🍐☕🍪🐯
26/01/2016, 06:45 - Eka Menulis: Waalaikumussalaam wr wb...
Aamiin Ya Rabbal'alamiin...
Terima kasih doa dan sarapan pagi ini Sifu..
Barakallahu fiik...
26/01/2016, 06:46 - Tia Diana: Waalaikum salam kang Benny, hatur nuhun sarapan paginya. Sangat menginspirasi ... 🙏💐
saya mulai memahami lagi Kang tulisan ini,benar tidak cukup satu kali melihat atau ditambah lagi aku yang kurang respect terhadap nasehat.terimakasih Kang Benny..
BalasHapus