Ayo Menulis Lagi
Apa kabar semuanya ? semoga selalu sehat lahir batin, memiliki semangat utuk terus belajar, berani mencoba sesuatu yang baru dengan niat yang baik, selalu gembira dan bahagia ...
Ayo kita beranikan diri untuk mulai menulis lagi. Mengapa saya katakan demikian ? karena sebenarnya saat ini kita ada ditengah-tengah peperangan. Bukan hanya dengan senjata seperti di Irak atau Syria. Beruntung kita masih agak jauh dari konflik fisik dan senjata seperti itu. Saat ini kita ada dalam era peperangan informasi yang sangat ketat. Hanya dalam beberapa menit saja di email atau HP kita berseliweran informasi aneka rupa. Kadang saat bersamaan bisa muncul berita yang saling bertentangan. Beraneka kualitas tulisan masuk ke otak kita. Kalau tak kuat mental, kita akan menjadi ciut nyalinya, melihat tulisan yang hebat, kita urung untuk berani memposting tulisan kita yang sangat sederhana.
Sebagian besar yang terlibat peperangan informasi, sudah menempatkan diri sebagai loyalis dari pihak yang dibelanya, banyak yang tak mampu lagi menggunakan akal sehat, didominasi emosi, kadang petunjuk Tuhan pun diabaikannya. Kita senantiasa diingatkan betapa meruginya menjadi orang yang menyia-nyiakan waktu yang tersisa. Nah dalam kondisi seperti ini kita menjadi malu kalau sekedar menulis hal yang dirasa remeh temeh. Masa sih saya hanya posting puisi cinta, tulisan tentang indahnya pagi hari ditemani kicauan burung liar di halaman rumah, atau cerita tentang tetangga sebelah yang baik hati. Mau ikutan menulis yang hebat seperti yang menjadi viral di HP belum mampu, akhirnya kita makit ciut nyalinya, tak lagi bersemangat untuk mencoba berlatih menulis, perlahan tapi pasti kita mulai mengubur cita-cita menjadi seorang penulis.
Menulis adalah kewajiban, jadikan latihan menulis sebagai panggilan jiwa. Kita mencoba membangun peradaban di sekeliling kita dengan tulisan. Karena kita punya keterbatasan fisik untuk bertemu dengan saudara, teman atau siapa saja. Saat kita ingin bicara, mungkin orang lain sedang sibuk dan tak peduli, merasa tak ada yang mendengarkan, kita jadi kembali diam, hal pentingpun terlupa untuk kita sampaikan.
Jangan takut untuk selalu harus menulis yang hebat dan memukau para pembaca. Menulis tidak selalu harus penuh dengan retorika. Menulis paling tidak melestarikan buah pikiran, bisa jadi apa yang kita tulisan saat ini, yang kita anggap sederhana atau tidak berharga akan menjadi sesuatu yang membawa perubahan besar dalam masyarakat beberapa tahun kemudian. Yang paling penting adalah niat dalam hati, niat membagikan kebaikan dengan tulisan. Pesan besar bisa kita sampaikan melalui contoh yang sederhana.
Ayo bangkit, kita mulai lagi, menulislah walau hanya beberapa baris setiap hari. Kita tak akan mampu membagikan warisan harta kepada semua orang, namun kita bisa membagikan ide kebaikan hingga ratusan tahun ke depan dengan sebuah tulisan.
Jakarta, 280617 Humusta
Blog ini adalah wadah untuk belajar menulis dengan cara berlatih menulis minimal 30 menit setiap hari
Jumat, 30 Juni 2017
Mulai dari mana ?
Mulai dari mana ?
Saat akan menulis, banyak yang sering macet karena tidak tahu harus dari mana mulainya. Sebagian akan berfikir tema apa ya yang enak atau bagus untuk dituliskan?.
Jangan bebani diri kita dengan pertanyaan yang berat. Pokoknya ya mulai saja menulis, tidak setiap tulisan harus selalu jadi tulisan yang enak. Apalagi tulisan enak itu sangat relatif. Biarkan kita menulis apa adanya karena memang sedang melatih disiplin pribadi untuk tetap menulis beberapa baris setiap hari.
Apa yang ada dalam diri kita atau di lingkungan kita sebenarnya adalah sumber tulisan yang sangat kaya, yang tidak akan pernah habis untuk kita tuliskan, yang perlu adalah ketekunan kita untuk terus berlatih menuliskannya.
Kita bisa menuliskan perjalanan hidup kita sendiri atau kehidupan orang lain yang kita kenal. Kita bisa bercerita tetang keahlian yang kita miliki, dengan menulis kita bersedekah membagikan ilmu kita. Boleh juga kita menceritakan bagaimana mampu bertahan tetap jadi orang baik walaupun aneka kesulitan terus datang bertubi-tubi.
Kalau mau yang lebih ringan kita ceritakan bagaimana lucunya anak kucing bermain, cerita tetang tanaman yang tumbuh di halaman, banyak hal sederhana yag mampu membuat kita takjub akan kekuasaan Tuhan, kita tidak beli, tidak menanam , eh kok bisa ada pohon rambutan tumbuh di halaman rumah. Mungkin ada orang lewat yang melemparkan bijinya, atau ada kelelawar yang terbang sambil makan, pas di rumah kita dia buang biji rambutannya, setelah itu musim hujan datang, kita malas menyapu, biji rambutan tak terasa tumbuh dengan subur disana.
Apapu yang ingin kita tuliskan, tuliskan saja. Kalau kita ingin tulisan ini nanti bisa dibaca orang lain tanpa membuat kita malu atau membuka aib diri kita sendiri, maka tuliskalah dengan cara berfikir yang positif. Sehingga kita tidak takut tulisan kita secara tidak sengaja ditemukan dan dibaca oleh orang lain. Malah kita akan bersyukur kalau ada orang lain yang mau membacanya. Kita doakan agar siapa saja yang membaca tulisan kita kelak, ia bisa mendapatkan manfaatnya, sehingga otomatis setiap apapun yang kita tuliskan bisa menjadi ladang amal jariah kita, selalu ada kebaikan yang mengalir selama tulisan itu beredar dan dibaca orang.
Luangkanlah waktu sekitar 30 menit setiap hari, cobalah berlatih menulis. Sekarang kita mudah sekali untuk menyimpan tulisan. Sebagian besar sudah punya HP yang bisa untuk membuka email atau WA. Disana kita bisa menulis dan membagikan aneka ide yang sederhana sampai yang paling rumit. Judul tulisan bisa kita berikan belakangan. Diakhir tulisan beri nama, lokasi dan tanggal kapan tulisan tersebut kita buat, sehingga kita bisa memonitor sudah seberapa produktif atau disiplinkah kita untuk terus berlatih menulis setiap hari.
Selamat mencoba menulis, semoga Allah mudahkan anda berbagi kebaikan dengan tulisan.
Jakarta, 010717 Bintang
Saat akan menulis, banyak yang sering macet karena tidak tahu harus dari mana mulainya. Sebagian akan berfikir tema apa ya yang enak atau bagus untuk dituliskan?.
Jangan bebani diri kita dengan pertanyaan yang berat. Pokoknya ya mulai saja menulis, tidak setiap tulisan harus selalu jadi tulisan yang enak. Apalagi tulisan enak itu sangat relatif. Biarkan kita menulis apa adanya karena memang sedang melatih disiplin pribadi untuk tetap menulis beberapa baris setiap hari.
Apa yang ada dalam diri kita atau di lingkungan kita sebenarnya adalah sumber tulisan yang sangat kaya, yang tidak akan pernah habis untuk kita tuliskan, yang perlu adalah ketekunan kita untuk terus berlatih menuliskannya.
Kita bisa menuliskan perjalanan hidup kita sendiri atau kehidupan orang lain yang kita kenal. Kita bisa bercerita tetang keahlian yang kita miliki, dengan menulis kita bersedekah membagikan ilmu kita. Boleh juga kita menceritakan bagaimana mampu bertahan tetap jadi orang baik walaupun aneka kesulitan terus datang bertubi-tubi.
Kalau mau yang lebih ringan kita ceritakan bagaimana lucunya anak kucing bermain, cerita tetang tanaman yang tumbuh di halaman, banyak hal sederhana yag mampu membuat kita takjub akan kekuasaan Tuhan, kita tidak beli, tidak menanam , eh kok bisa ada pohon rambutan tumbuh di halaman rumah. Mungkin ada orang lewat yang melemparkan bijinya, atau ada kelelawar yang terbang sambil makan, pas di rumah kita dia buang biji rambutannya, setelah itu musim hujan datang, kita malas menyapu, biji rambutan tak terasa tumbuh dengan subur disana.
Apapu yang ingin kita tuliskan, tuliskan saja. Kalau kita ingin tulisan ini nanti bisa dibaca orang lain tanpa membuat kita malu atau membuka aib diri kita sendiri, maka tuliskalah dengan cara berfikir yang positif. Sehingga kita tidak takut tulisan kita secara tidak sengaja ditemukan dan dibaca oleh orang lain. Malah kita akan bersyukur kalau ada orang lain yang mau membacanya. Kita doakan agar siapa saja yang membaca tulisan kita kelak, ia bisa mendapatkan manfaatnya, sehingga otomatis setiap apapun yang kita tuliskan bisa menjadi ladang amal jariah kita, selalu ada kebaikan yang mengalir selama tulisan itu beredar dan dibaca orang.
Luangkanlah waktu sekitar 30 menit setiap hari, cobalah berlatih menulis. Sekarang kita mudah sekali untuk menyimpan tulisan. Sebagian besar sudah punya HP yang bisa untuk membuka email atau WA. Disana kita bisa menulis dan membagikan aneka ide yang sederhana sampai yang paling rumit. Judul tulisan bisa kita berikan belakangan. Diakhir tulisan beri nama, lokasi dan tanggal kapan tulisan tersebut kita buat, sehingga kita bisa memonitor sudah seberapa produktif atau disiplinkah kita untuk terus berlatih menulis setiap hari.
Selamat mencoba menulis, semoga Allah mudahkan anda berbagi kebaikan dengan tulisan.
Jakarta, 010717 Bintang
Langganan:
Postingan (Atom)