Selasa, 26 Januari 2016

26/01/2016, 13:38 - Eka Menulis: Sukses di Balik Salak

26/01/2016, 13:38 - Eka Menulis: Sukses di Balik Salak

Panen salak yang melimpah di desanya menarik perhatian Pak Ali Mansyur. Akibat panen yang berlimpah bisa dipastikan harga jualpun anjlok. Banyak petani yang membiarkan salaknya membusuk di pohon. Tentu saja sangat merugikan petani salak yang ada di desa tersebut. Padahal hasil kebun salak diharapkan jadi penopang hidup.

Pak Ali adalah salah satu petani salak. Desa Pak Ali merupakan sentra penghasil salak terbesar di Jawa Tengah. Ada ribuan hektar kebun salak di desanya. Bila panen raya, ratusan petani salak kebingungan memasarkan salak miliknya.

Kala itu, Pak Ali berpikir untuk melakukan terobosan mengatasi panen yang berlimpah. Langsung terfikir dalam benaknya untuk menciptakan aneka camilan ataupun kudapan berbahan dasar salak. Pak Ali dibantu istrinya melakukan uji coba untuk menciptakan dodol salak. Dodol merupakan salah satu makanan tradisional yang mengandung pengawet alami dari gula yang dipakai. Hingga memiliki daya tahan yang cukup lama.

Awal mengenalkan produk dodol dan melemparnya ke pasar menjadi bagian yang penuh perjuangan. Namun berkat kegigihannya, iapun sukses menjadi juragan dodol salak yang terkenal di desanya.

Bukan hanya dodol saja, Pak Ali pun mencoba membuat camilan salak berupa keripik. Pak Ali tak hanya menikmati sukses yang diraihnya sendiri. Iapun mengajak petani salak lainnya untuk bisa mengolah salak. Dibentuklah koperasi petani salak.

Berbagai pelatihan diikuti oleh Pak Ali untuk menambah pengetahuan. Salah satunya dengan mengikuti pelatihan mengemas hasil produksi salaknya. Produk terbaru yang saat ini telah dilaunching yaitu kurma salak. Produk buatan Pak Ali mengisi gerai pusat oleh-oleh yang ada di sekitar desanya. Kurma salak ini juga telah menembus pasar hingga Malaysia.

Produk buatan Pak Ali menjadi oleh-oleh yang "wajib" siapa saja yang menginjakkan kaki ke desanya. Kerja keras Pak Ali sudah menampakkan hasilnya. Kini ia memiliki 13 orang karyawan yang membantu usahanya. Salak yang mereka milikipun kini lebih bernilai dan tak lagi membusuk di pohon.

Pak Ali merupakan salah satu anak bangsa yang memiliki pemikiran maju. Berbasis niat untuk menolong sesama petani salak di desanya, ia melakukan terobosan baru yang inovatif, kreatif sekaligus memberikan solusi cerdas. Semoga makin banyak Pak Ali yang lain di Indonesia. Hingga masyarakat Indonesia bisa merasakan arti kesejahteraan yang sebenarnya.

Jember, 26 01 2016
🌹Ek@ Yuli🌹

Tidak ada komentar:

Posting Komentar