Senin, 25 Januari 2016

Kualitas yang Terukur

Kualitas yang Terukur

Sangat sering kita mengatakan ingin menjadi lebih baik. Kita bersemangat meneriakkan yel-yel bahwa hari ini kita akan lebih baik dari hari kemarin. Sayangnya beberapa saat setelah momen penuh semangat itu kita bisa menjadi seperti orang yang lupa. Apanya ya yang harus lebih baik ? Bagaimana memulai untuk menjadi lebih baik ? bagaimana saya bisa mengerti bahwa  saat ini sudah lebih baik dari waktu sebelumnya ?

Jika kita tidak bisa menjawab pertanyaan di atas, bisa jadi kita akan tersesat. Kita terjebak oleh yel-yel semangat tetapi tidak tahu bagaimana mewujudkannya. Karena itu selain membuat yel-yel ataupun slogan penambah semangat, kita harus membuat rencana atau tujuan yang terukur. Sehingga nanti kita juga bisa dengan jelas melihat apakah kita maju atau mundur. Apakah kita sudah lebih baik dari kemarin atau mungkin malah mengalami kemunduran ?

Seringkali kita membutuhkan seorang konsultan atau mentor untuk membuat sebuah rencana yang baik dan terukur, ada proses pengawasan atau monitoring, ada proses koreksi  jika langkah yang dijalankan ternyata tidak memberikan perubahan seperti yang diinginkan.

Jika anda malu atau tidak mau keluar biaya untuk konsultan, maka salah satu caranya adalah anda buat program kerja yang tertulis sejelas mungkin . Jelaskan apa yang ingin anda capai dengan menjawab pertanyaan yang dikenal sebagai metode analisis (5W+1H) yang ditemukan oleh Rudyard Kipling  berupa enam pertanyaan sebagai berikut :

Contoh :
What?     —>     Saya ingin menjadi seorang penulis
Who?      —>     saya sebagai murid, pengarang lain sebagai gurunya
Where?   —>     Saya akan lakukan di rumah sendiri
When?    —>     Mulai dari hari ini
Why?       —>     Untuk mewariskan tulisan kepada anak cucu dan juga sebagai sumber income
How?       —>     Tahapan yang harus saya lakukan adalah sbb:

1. Bergabung dengan grup belajar menulis
2. Menyediakan waktu 30 menit sehari untuk berlatih menulis
3. Latihan menulis sesuai tema yang diberikan oleh mentor menulis
4. Membeli dan membaca buku tentang pelajaran menulis
5. Belajar mempublikasikan tulisan dengan posting di grup
6. Mengukur mutu tulisan dengan jumlah kata / baris / paragraf/ halaman
7. Mengukur mutu tulisan dengan melihat pengaruh terhadap pembacanya
8. Berbesar hati ketika menerima kritik atas tulisan yang saya posting
9. Tetap menulis setiap hari walaupun sedang tidak bersemangat

Proses membuat rencana tertulis seperti di atas tidak cukup hanya sekali seumur hidup. Kita akan kembali menelaah apakah yang kita rumuskan dahulu sudah tepat atau masih bisa diperbaiki menjadi lebih tajam dan lebih baik.

Saran saya, cobalah anda buat 5W+1H untuk tujuan hidup kita sendiri. Seringkali saya menemukan orang yang tidak tahu arah di sisa umurnya. Semoga tulisan ini ada manfaatnya.

Jkt, 26 01 2016, Humusta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar