Benda bulat lebar terbuat dari bambu tipis yang dianyam. Harganya biasanya berkisar antara 15 ribu sampai 35 ribu tergantung kualitas bambu dan kerapian anyaman serta lebar diameternya. Semakin tebal dan tidak banyak serabut bambu semakin mahal tampah itu.
Setiap aku belanja di pasar krempyeng Rungkut, kulihat isi tampah bermacam macam.
Budhe Dewi memenuhi tampahnya dengan berbagai bumbu dapur, bawang merah, bawang putih, tomat, cabe dan segala dedaunan bumbu.
Mbah Sri meletakkan aneka macam pepes, ikan bakar dan ayam bakar di atas tampahnya, banyak orang mengelilinginya.
Mbak Marni menggelar tampah dan aneka cobek di atas tikar. Rupanya hari ini nelum ada pembeli yang mendatangi standnya.
Setelah puas belanja, ku tenteng empat ikat kangkung, sekilo ayam, dua kresek krupuk dan jajan pasar kesukaan anak- anak. Kupulang ke rumah, menuju ke dapur dan segera ku tarik tampah yang mendekam dengan manis di lantai paling bawah rak piring.
Ku letakkan kangkung di atas tampah dan mulai memotongnya satu- satu.
Nyaman rasanya meletakkan sayuran yang akan di olah di atas tampah. Luas dan tidak kecer kemana- mana.
Kadang tampahku juga berubah jadi kapal- kapalan, Agha suka menaikinya.
Itu tampahku... Mana tampahmu?
Novie
Sby, 15 Jan '16
15/01/2016, 21:35 - Novie Menulis: Setor sensei, lagi kumat buntu ide... 😊😊
Tulisan hari ini pait pait sedaaap
15/01/2016, 21:36 - benny humusta: Yang mana yg pait2 sedap ?
15/01/2016, 21:36 - Novie Menulis: Selamat datang mbak Yenni... Semoga bisa berbagi ilmu di sini... 😊😊
15/01/2016, 21:37 - Novie Menulis: Ah sensei ini... Lagi buntu ide... Dan buntu hidung. Tulisannya agak tidak memuaskan, tapi tetap ku posting.
Maaf ya...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar