Gadis itu masih duduk di kelas 4 SD, sekitar 10 Tahun umurnya. bermain dengan asyiknya bersama sepupu-sepupunya. Berlari-lari dengan riangnya.
Lalu tiba-tiba teriakan memanggilnya terngiang dengan keras ditelinganya.
“ Ayo, dirapikan kamarnya. Kamu itu koproh, apa dibuang aja itu bajunya, atau dibakar”
Tentu gadis kecil itu hanya bisa ngambek, menangis terdiam dikamarnya, sambil terus mendengar omelan ibunya.
Kini ia sudah tumbuh dewasa, mungkin ingatan tentang persis kejadian itu sudah tak ada lagi diotaknya. Walaupun sebenarnya tetap sama, ia harus menghadapi teriakan seperti yang ia dapatkan waktu kecil itu setiap hari.
Kini ia setiap hari membantu ibunya. Menyapu rumah sekaligus halaman, mencuci, menyetrika dilakukannya setiap hari. Berusaha ia ringankan beban ibunya.
Hari ini minggu, seharusnya pekerjaan dapat dilakukan secara bekerja sama antara ia dan ibunya.
Pagi sebelum sarapan ia telah menyelesaikan tugasnya menyapu rumah dan halaman juga mencuci baju. Ternyata belum selesai memasak ibunya pergi entah kemana, dapur dibiarkan dengan barang berserakan dan banyak wadah yang belum dicuci juga pepes pindang yang belum di angkat dari panci kukusannya. Ibunya datang hanya meletakkan sayuran di lemari pendingin lalu pergi lagi entah kemana, lalu datang langsung mandi dan siap-siap pergi lagi.
Lagi lagi ia dibuat ngambek, dibiarkannya barang-barang berserakan dan cucian piring-piring kotor menumpuk
Siang ibunya datang, ketika ia akan tidur siang, hanya bertemu sebentar. Tenyata ketika ia terbangun dapur tetap dengan kondisi tak karuan. Dan lagi, ibunya pergi dengan tetap meninggalkan pekerjaan yang harusnya ia lakukan.
Sorenya ibunya datang, ia mengira bahwa ibunya akan marah karena dapur yang dibiarkannya berserakan
Tapi ternyata sore hari ibunya mencuci piring yang sudah bertumpuk. Tanpa omelan sedikitpun
Sore itu ia seperti menemukan keajaiban, berharap keajaiban itu kekal.
Sembari ia menyapu rumah dan menyetrika.
Ia lanjutkan dengan mandi dan sholat maghrib bersama kedua orang tuanya
Jember, 31 Januari 2014
Maulida Cindy
***************
31/01/2016, 20:44 - benny humusta: Cindy dan Afifah apa kabar ? 🍉🍉🍉🍉
31/01/2016, 21:24 - AK-Maulida Cindy: Maaf suhu, sentil muridmu yang nakal ini 🙏🏻
Sebenarnya dari kemarin ingin buat cerita 😌
Tapi susah jalan cerita
Ini pun masih amburadul ceritanya 🙈
31/01/2016, 21:24 - AK-Maulida Cindy: Tapi susah cari jalan cerita
.
31/01/2016, 21:56 - benny humusta: Cindy ceritanya sudah
bagus 👍👍👍👍👍
Mengambarkan ngambeknyang traumatis karena kejadian yang
berulang untuk jangka waktu lama...
Samapi akhirnya timbul.keberanian untul melawan. Dan
ternyata tidak sia-sia. Perlawanan mengalibatkan perubahan yang lebih baik
disertai doa agar menjadi baik untuk selamanya ⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐🍧🍧🍧🍍🍍🍍👍👍👍⭐⭐⭐⭐🍐🍐🍐🍏🍏🍧🍧🐓🐓🐓🐏🐏🐪🐪🐑🐑🌙🌙🍉🍉🍒🍪🍪🍇🍰🍰
Tidak ada komentar:
Posting Komentar