Assalamu’alaikum wrwb.
Selamat pagi semuanya, semoga selalu dalam keadaan sehat dan sejahtera.
Sabar .. selalu sabar untuk lebih baik lagi
Untuk tumbuh menjadi sebatang pohon kayu jati yang bagus, sebuah tunas perlu melewati puluhan tahun. Kalau setiap tahun ada dua musim yaitu penghujan dan kemarau, maka proses pengulangan melalui pergantian musim harus dilaluinya puluhan atau ratusan kali. Semuanya tercermin dalam lingkaran kambium pohon jati. Setiap musim ditandai dengan satu lapisan kambium. Dari lapisan itulah bisa diukur umur dan kualitas kayu yang dihasilkannya.
Disaat musim kemarau, jati harus menggugurkan daun-daunnya untuk tetap bisa bertahan hidup. Tetapi ketika musim hujan datang, maka pucuk-pucuk daun baru yang hijau segera bermunculan, selanjutnya tumbuh ranting-ranting, dan pastinya batang utama akan juga semakin tinggi, semakin besar diameternya.
Begitu juga dalam proses kehidupan, kita harus melewati musim yang silih berganti, ada saatnya menulis sangat menyenangkan, ibarat pucuk-pucuk daun hijau yang berlomba untuk tumbuh. Setiap kata, setiap keadaan atau fenomena apapun saat itu bisa menjadi sumber inspirasi kita dalam berbuat baik. Malah kadang ada yang merasa waktu seakan tidak cukup untuk menuangkan semua ide yang ada. Itulah saat semangat sedang penuh untuk melakukan kebaikan.
Musim berganti, tiba-tiba entah apapun penyebabnya, kita bisa kehilangan selera berbuat baik. Mungkin kecewa karena kebaikan yang kita lakukan tidak membuahkan hasil yang diharapkan. Mungkin kebaikan kita malah dibalas dengan keburukan yang tidak pernah kita sangka. Lantas kita mulai berfikir.. "Kok tega ya dia melakukan seperti itu, padahal saya kurang baik apa ya....". Sebagian mulai kehilangan rasa percaya diri. Benarkan menjadi orang baik itu mudah ? Itulah fase kemarau bagi seorang yang sudah mengikrarkan dirinya untuk menjadi orang baik.
Selalu ada dua pilihan saat itu, kita benarkan dan kita ikuti rasa kehilangan semangat, maka kita akan berhenti untuk menyebarkan kebaikan. Dan biasanya orang yang seperti ini sering ragu untuk memberikan kebaikan sekecil apapun, karena dia mengukur kebaikan dengan pengalaman dalam dirinya sendiri. Sangat malang kalau sampai kita kehilangan keberanian dan semangat untuk melakukan kebaikan berikutnya.
Cara yang terbaik ketika kita kehilangan semangat adalah tetap melakukan kebaikan sekecil apapun, jangan terlalu berharap dengan hasil yang mampu kita lihat. Ibaratkan kita menanam benih pohon dijalan yang tidak akan pernah kita lewati lagi.
Pohon jati yang mengalami musim kemarau. Mereka tidak memilih menjadi pohon yang mati. Mereka terus tumbuh saat daunnya berguguran. Kemana tumbuhnya ? akar-akar menancap ke bumi semakin dalam. mencari air sumber kehidupan dengan segala upaya. Kerja yang sangat keras, akar menembus tanah disaat kering kerontang. Tetapi kerja keras itu tidak sia-sia, jati tumbuh semakin kokoh.
Jati yang akarnya sudah menancap semakin dalam akan lebih siap dengan beban yang semakin besar. Takala musim hujan dimana beban yang dipikul semakin berat karena ada daun dan cabang-cabang baru, hujan dan angin yang menerpa dan menggoyangkan pohon dengan sangat kerasnya tidak membuat pohon jati rubuh dan tumbang. Akar yang tak terlihat oleh mata kita, sudah tumbuh dan mempersiapkan diri untuk ujian yang lebih hebat, akar selalu tumbuh baik disaat musim kemarau maupun musin hujan.
Musim demi musim berlalu, sebagian jati ada yang mati dalam perjalanannya, jadilah ia sebagai kayu bakar atau jati kelas rendah. Juga akan ada pohon jati pilihan, pohon jati yang terus bertahan dan tumbuh menjalani penghujan dan kemarau silih berganti, akhirnya menjadi kayu jati yang berkualitas tinggi. Sepeerti itu juga manusia dalam perjalanan hidupnya. Ia bisa memilih mati karena menyerah kalah kepada tantangan hidupnya, atau memilih mampu terus bertumbuh, menjadi orang yang lebih baik, yang sampai akhir nanti selalu ada manfaatnya.
Apapun musim yang sedang kita rasakan hari ini, yang terbaik adalah tetap berusaha melakukan kebaikan secara kontinyu. tak perlu orang lain tahu apa kebaikan yang kita semai. Jalani saja melanjutkan kebaikan sebelumnya. Keadaan baru yang Tuhan diberikan kadang terasa sulit dan tidak membangkitkan selera. Itulah bagian kemarau yang harus dijalani agar kita semakin kaya pengalamannya. Mampu menjaga persistensi kebaikan dengan suasana yang berbeda.
Sekali lagi saya sangat percaya teman-teman semua akan menjadi orang baik yang hebat. Maka jangan ragu, kita jalani pergantian musim, kemarau dan penghujan, semangat atau kurang semangat, setiap saat jagalah kualitas kebaikannya, selalu melakukan kebaikan yang bermanfaat untuk dunia akhirat.
Sabar... .. selalu sabar untuk terus berbuat baik lagi, banyak kebaikan yang bisa kita salurkan dengan semua anugrah Tuhan yang telah kita terima, Allah selalu melihat siapa yang bersungguh-sungguh dalam melakukan kebaikan Sungguh pertolonganNya sangat dekat.
Jkt, 06 01 16 Humusta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar