Rabu, 13 Januari 2016

Cita-cita yang Tak Tercapai

Berikut sarapan pagi dari saya semoga ada manfaatnnya ya 😃😃😃
21/12/2015, 05:22 - benny humusta: Cita-cita yang Tak Tercapai

Paling enak bertanya tentang cita-cita kepada anak di bawah dua belas tahun atau usia TK dan SD. Biasanya mereka menjawab banyak. Jarang yang hanya punya satu cita-cita.

Kalau usia SMP atau SMA mulai sedikit berkurang. Dan cita-cita yang disebutkan mulai mengarah ke suatu profesi yang diinginkan. Cukup banyak yang ingin meniru profesi orang tuanya kalau kebetulan orang tua mereka termasuk yang sukses secara finansial.

Yang cukup mengejutkan adalah level anak kuliah.  Di awal masih banyak yang bicara tentang profesi, yang sudah hampir selesai justru makin kecil cita-citanya.  Banyak sekali yang kehilangan arah dan menjawab dengan sedikit ragu seperti orang yang punya beban besar.  Cita-citanya adalah ingin cepat lulus dan mudah-mudahan cepat dapat kerja.

Kalau yang baru kerja ditanya cita-citanya, maka jawaban yang terbanyak ingin sekolah lagi S2 dengan harapan bisa pindah dan dapat gaji yang lebih besar. Yang sudah S2 atau sudah bekerja 3 tahun lebih baru bercita-cita ingin menikah, punya mobil sendiri dan rumah pribadi.

Bagi orang yang usianya sudah berada di sekitar 50 tahunan bervariasi jawabannya. Ada yang bilang sudah tidak punya cita-cita lagi, cukup jalani hidup apa adanya. Yang lebih agamis akan bilang mensyukuri saja apa yang Tuhan berikan, mengasuh anak-anak sampai dewasa dan bisa beribadah di hari tua.

Menariknya yang berusia mendekati 50 kalau ditanya cita-cita masa kecilnya biasanya agak malu-malu.  Sangat sedikit yang berani bilang terus terang ya saya berhasil mencapai cita-cita yang telah saya impikan sejak kecil. Atau sebaliknya sedikit sekali yang mau mengakui kegagalan mencapai cita-citanya.

 Sebagian besar merasa sudah agak sukses walaupun mungkin apa yang dicapai berbeda dengan apa yang dicita-citakannya.

Boleh saja kita mengganti cita-cita kita, asalkan memang ada yang benar-benar kita perjuangkan untuk meraihnya. Jangan sampai nanti kita selalu bikin alasan bahwa tidak ada cita-cita yang tercapai adalah takdir hidup semata.

Tuhan tidak pernah menghalangi cita-cita mahluknya. Bahkan cita-cita yang burukpun seperti cita-cita Iblis yang ingin menggoda manusia agar jadi temannya di neraka masih diberi kesempatan.

Jadi ketika kita gagal mencapai cita-cita, janganlah menyalahkan Tuhan. Allah selalu memberi kesempatan kepada setiap mahluknya untuk berprestasi sebaik mungkin. Boleh yang sesuai dengan perintahNya ataupun yang bertentangan dengan aturanNya.

Bedanya di hati nurani kita ada ruh yang selalu mengingatkan mana yang baik dan yang buruk. Setiap saat kita punya kesempatan untuk merubah arah kelakuan kita sebelum ajal datang menjemput.

Ketidak mampuan kita dalam mencapai cita-cita lebih sering karena kita tidak mampu memanfaatkan karunia yang telah Allah berikan. Kita kadang berdiam terlalu lama di confort zone, kita menunda apa yang harus dilakukan sampai habis semua kesempatan. Disaat itu banyak orang yang membela diri dengan mengatakan takdir yang membuat cita-citanya tidak tercapai.

Kalau saja kita mau belajar lebih banyak dari pengalaman orang lain, betapa banyak contoh dari orang yang sangat terbatas sumber daya yang dimilikinya tetapi dengan perjuangan yang lebih keras, kontinyu dan tidak berhenti di tengah jalan, maka mereka selalu jadi pemenang sejati. Mereka mampu berjuang meraih mimpi yang direncanakan dengan sepenuh hati.

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” QS 13:11

Jakarta, 21 12 2015 Bintang

3 komentar:

  1. 21/12/2015, 06:13 - Nur Wa Inun: Terima kasih Kang Benny, sarapannya membuat saya berefleksi. Dulu saya punya cita-cita ga sih? Ternyata ga jelas....������

    Biar telat asal tepat aja deh. Dari pada tidak sama sekali. Cita2 membuat kita punya target dan sasaran.

    Nuhun sarapannya
    21/12/2015, 06:15 - Nur Wa Inun: Oya hari ini melanjutkan atau kembali menulis tugas individu?

    Saya punya usul, masing-masing punya ending sendiri. Nanti diposting sebagai tugas individu. Saya prediksi jd lucu...��
    21/12/2015, 06:16 - benny humusta: Iya boleh.. usulan Nur diterima ������
    21/12/2015, 06:18 - benny humusta: Jadi supaya tidak terlalu saling pengaruhi. Posting cerita lanjutannya baru boleh jam 12 siang nanti ya...

    Pagi ini silahkan bekerja sendiri dulu ��������
    21/12/2015, 06:21 - Nur Wa Inun: Ga terlalu pendek waktunya? Soalnya hari ini banyak yg harus mengurus sekolah anak. Pembagian rappor, persiapan libur, atau ngangon yg libur, dsb.
    21/12/2015, 06:25 - benny humusta: Itu batas minimal kok bukan batas maksimal. Yng sempt lebih sore bole..
    21/12/2015, 06:47 - Nur Wa Inun: ��✅
    21/12/2015, 07:09 - Ninie Munir: Kutipan ayatnya mengena, Kang...����
    Itu terkait erat dengan faktor keimanan ������
    Yakin gak sih sama janji Allah? ������
    Huff...terima kasih ��������

    Paling seru memang bertanya soal cita2 pada anak kecil, Fath kecil sudah punya 7 cita2 di usianya yang belum 7 tahun ������

    ��harus berani memasang cita2, karena itu akan menjadi arahan dan penyemangat, punya target dan sasaran begitu kata @Teh Nur
    21/12/2015, 07:48 - Avianty Unpad: Kang Ben, sebelum manjat baca tulisan2 lain, saya setor dl tugas lama tp baru sepotong. Msh akan dilanjutkan. Setor dl aja krn saya msh hrs berstrategi dgn batre hape. Saya lg ke bdg, jd ga bs ngecas.

    BalasHapus
  2. Asiik. Jadi ga usah simpen lg chat di chatroom grup menulis WA ya Kang Ben. Eh tapi yg posting di grup otomatis hrs posting di sini juga?

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya sebaiknya semua belajar posting tulisan masing-masing jadi gak perlu tunggu saya yang update ke blog

      Hapus