Jumat, 30 Juni 2017

Ayo Menulis Lagi

Ayo Menulis Lagi

Apa kabar semuanya ? semoga selalu sehat lahir batin, memiliki semangat utuk terus belajar, berani mencoba sesuatu yang baru dengan niat yang baik, selalu gembira dan bahagia ...

Ayo kita beranikan diri untuk mulai menulis lagi. Mengapa saya katakan demikian ? karena sebenarnya saat ini kita ada ditengah-tengah peperangan. Bukan hanya dengan senjata seperti di Irak atau Syria. Beruntung kita masih agak jauh dari konflik fisik dan senjata seperti itu. Saat ini kita ada dalam era peperangan informasi yang sangat ketat. Hanya dalam beberapa menit saja di email atau HP kita berseliweran informasi aneka rupa. Kadang saat bersamaan bisa muncul berita yang saling bertentangan. Beraneka kualitas tulisan  masuk ke otak kita. Kalau tak kuat mental, kita akan menjadi ciut nyalinya, melihat tulisan yang hebat, kita urung untuk berani memposting tulisan kita yang sangat sederhana.

 Sebagian besar yang terlibat peperangan informasi, sudah menempatkan diri sebagai loyalis dari pihak yang dibelanya, banyak yang tak mampu lagi menggunakan akal sehat, didominasi emosi, kadang petunjuk Tuhan pun diabaikannya. Kita senantiasa diingatkan betapa meruginya menjadi orang yang menyia-nyiakan waktu yang tersisa. Nah dalam kondisi seperti ini kita menjadi malu kalau sekedar menulis hal yang dirasa remeh temeh. Masa sih saya hanya posting puisi cinta, tulisan tentang  indahnya pagi hari ditemani kicauan burung liar di halaman rumah, atau cerita tentang tetangga sebelah yang baik hati. Mau ikutan menulis yang hebat seperti yang menjadi viral di HP belum mampu, akhirnya kita makit ciut nyalinya, tak lagi bersemangat untuk mencoba berlatih menulis, perlahan tapi pasti kita mulai mengubur cita-cita menjadi seorang penulis.

Menulis adalah kewajiban, jadikan latihan menulis sebagai panggilan jiwa. Kita mencoba membangun peradaban di sekeliling kita dengan tulisan. Karena kita punya keterbatasan fisik untuk bertemu dengan saudara,  teman atau siapa saja. Saat kita ingin bicara, mungkin orang lain sedang sibuk dan tak peduli, merasa tak ada yang mendengarkan, kita jadi kembali diam, hal pentingpun terlupa untuk kita sampaikan.

Jangan takut untuk selalu harus menulis yang hebat dan memukau para pembaca. Menulis tidak selalu harus penuh dengan retorika. Menulis paling tidak melestarikan buah pikiran, bisa jadi apa yang kita tulisan saat ini, yang kita anggap sederhana atau tidak berharga akan menjadi sesuatu yang membawa perubahan besar dalam masyarakat beberapa tahun kemudian. Yang paling penting adalah niat dalam hati, niat membagikan kebaikan dengan tulisan. Pesan besar bisa kita sampaikan melalui contoh yang sederhana.

Ayo bangkit, kita mulai lagi, menulislah walau hanya beberapa baris setiap hari. Kita tak akan mampu membagikan warisan harta kepada semua orang, namun kita bisa membagikan ide kebaikan hingga ratusan tahun ke depan dengan sebuah tulisan.

Jakarta, 280617 Humusta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar